IAI Al-Khairat Bekali Mahasiswa Bisnis Keuangan Kontemporer
NU Online · Jumat, 8 Maret 2019 | 00:30 WIB
Pamekasan, NU Online
Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Kabupaten Pamekasan, Madura terus berusaha untuk meningkatkan mahasiswanya dengan wawasan bisnis global. Salah satunya dengan memperkenalkan mata kuliah pasar modal, yakni trading foreign exchange.
Menurut Dosen Prodi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAI Al-Khairat, Matnin, trading foreign exchange merupakan bisnis kontemporer yang saat ini tengah mewabah di jagat raya.
"Para mahasiswa sudah kami gembleng dengan didampingi khusus oleh trader Bapak H. Yach. Hidaya. Yakni, melalui sekolah trading foreign exchange," ungkapnya di Pamekasan, Jumat (8/3) pagi.
Sekolah trading foreign exchange, tambah Matnin, merupakan sebuah kegiatan mata kuliah pasar modal dan pasar uang. Materi ini memiliki poin penting disebabkan beberapa hal. Pertama, penguatan literasi akademik sebagai fenomena kontemporer keuangan global.
Kedua, kompetensi mahasiswa perbankan di bidang valuta asing yang berbasis digital. Ketiga, memberikan bekal kepada mahasiswa sebagai alternatif bisnis keuangan kontemporer.
"Tiga hal inilah yang memperkuat kualitas kompetensi mahasiswa sebagai fenomena praktis dalam bisnis keuangan global," jelas Matnin.
Sekolah trading forex exchange tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa perbankan semester 6. Mereka cukup antuasias mengikuti mata kuliah bisnis berbasis dunia maya itu.
"Saya merasa berada dalam sebuah komunitas keuangan global, ketika mengikuti sekolah trading forex ini," tukas ketua panitia, Khatibul Umam. (Hairul Anam/Aryudi AR)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua