Ekspo LTM-PBNU untuk Dorong Pemberdayaan Ekonomi
NU Online · Selasa, 1 September 2015 | 09:01 WIB
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama Cultural and Business Expo 2015 yang diselenggarakan di Smesco Exibition Hall, Jakarta pada pertengahan Oktober mendatang tak hanya diisi dengan acara seminar. Pameran dagang yang menampilkan berbagai produk juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. <>
Ketua LTM-PBNU KH Abdul Manan Ghani menjelaskan ekspo ini diselenggarakan sebagai awal dari program pemberdayaan ekonomi melalui masjid.
“Kita mengundang berbagai dunia usaha, termasuk masjid sebagai wisata ziarah. Kan banyak obyek wisata ziarah di Indonesia, banyak masjid tua yang dibangun oleh leluhur para wali,” jelasnya.
Karena itu, event besar ini melibatkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri. Ia menjelaskan, Kedutaan Iran di Indonesia telah berkomitmen untuk terlibat dalam pameran tersebut dengan menampilkan masjid-masjid bersejarah di sana dan mengirimkan dua narasumber yang ahli dalam bidang ekonomi syariah dan terorisme.
Selain Iran, negara lain yang terlibat adalah Turki yang akan menampilkan delegasi tari sufi.
“Sesungguhnya ini kan upaya untuk memperkenalkan Islam Nusantara. Kita tidak cukup bicara, tetapi perlu didialogkan. Ngak akan ketemu kalau tidak didialogkan. Kalau ngak ada dialog, mereka tidak akan bicara, setelah paham, konsep ini akan mendunia,” tambahnya.
Seminar internasional ini akan diikuti oleh para pengurus wilayah NU se-Indonesia, perwakilan negara sahabat, pewakilan ormas Islam, akademisi, politisi, birokrat, pelaku dunia usaha, dan pelajar-mahasiswa. (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Maulid Nabi Muhammad dan 5 Tugas Kenabian
2
Khutbah Jumat: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bersyukur atas Kelahiran Rasulullah
3
Peristiwa Pengemudi Ojol Tewas Dilindas Polisi Picu Perlawanan Rakyat Lebih Besar
4
Khilaf dan Kurang Cermat, PBNU Minta Maaf Telah Undang Peter Berkowitz
5
Khutbah Bahasa Jawa: Bungaha kelawan Rahmat Paling Agung — Kanjeng Nabi Muhammad saw
6
Kesejahteraan Guru Terancam, Kemendikdasmen Hanya Dapat 7% dari Rp757 Triliun Anggaran Pendidikan
Terkini
Lihat Semua