Politik praktis seakan jadi dunia baru bagi para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU). Namun, keberadaannya justru mencerai-beraikan ikatan persaudaraan para kiai NU. Para kiai NU lupa akan fungsinya pada bidang pemberdayaan dan pendidikan masyarakat.
Demikian dikatakan Masmuni Mahatma, penulis buku NU 2 Versi, dalam bedah bukunya di gedung SMKN 3, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Ahad (9/3) kemarin.<>
āBuktinya, antarkiai terlihat bersitegang lantaran membela partai politiknya masing-masing. Akibatnya, NU sebagai payung besar organisasi yang dihuni sebagian besar kiai, nyaris tinggal namanya saja,ā ujar Masmuni.
Menurutnya, para kiai NU yang aktif di politik praktis melalaikan tugasnya semula pada penndidikan. Selain itu, aktivitasnya di dunia itu dinilai tidak profesional. Akibatnya, masyarakat kehilangan panutan di bidang pendidikan.
Ia menjelaskan, kaum muda NU saat ini gelisah dengan tampilan sosok NU di era terdahulu. Kini, saat politik begitu bebas bergerak dan dianut sebagian besar tokoh Nahdliyin.
Pria asal Sumenep itu ingin, para tokoh NU kembali memikirkan organisasi dan umatnya. Apalagi, pendiri NU di era lalu bersusah-payah membangun dan membesarkan NU. āJujur saja, ada yang ingin manfaatkan NU sebagai ākuda tungganganā politik,ā katanya.
Panelis, Zayyadus Zabidi, menilai, buku itu merupakan ungkapan kegelisahan kaum muda NU. Karena, praktik tokoh NU dinilai menyerempet politik. Akibatnya, substansi NU sebagai kekuatan organisasi berbasis kultural bergeser fungsinya.
Ā
NU, dalam pandangan kaum muda, menurut Zayyadus, dijadikan alat pengumpul massa bukan untuk kepentingan NU. Melainkan, sebagian tokoh memanfaatkan NU sebagai kendaraan politik.
Tapi, ia menilai, hal yang ditulis Masmuni benar. Karena itu, dia minta kaum Nahdliyin bersama-sama menempatkan NU kepada tempat semula. āBuku ini sebentuk refleksi untuk masa depan Nahdliyin,ā paparnya. (jp/sbh)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Tujuh Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya
2
Khutbah Jumat: Lima Ibadah Sosial yang Dirindukan Surga
3
Khutbah Jumat: Menyambut Idul Adha dengan Iman dan Syukur
4
Pakai Celana Dalam saat Ihram Wajib Bayar Dam
5
Khutbah Jumat: Jangan Bawa Tujuan Duniawi ke Tanah Suci
6
Khutbah Jumat: Merajut Kebersamaan dengan Semangat Gotong Royong
Terkini
Lihat Semua